Friday, May 08, 2026

Peringati Hari Pendidikan Nasional 2026, Ribuan Pelajar Tampil di Kuntulan Ewon

Peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2026 di Banyuwangi berlangsung meriah dengan pertunjukan kolosal Kuntulan Ewon yang melibatkan ribuan pelajar, Sabtu, 2 Mei 2026.

Kegiatan digelar di Taman Blambangan Banyuwangi dan dihadiri langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menyebut peringatan Hardiknas di Banyuwangi sebagai yang terbaik di Indonesia.

Ia mengapresiasi semangat para pelajar dan kolaborasi budaya yang ditampilkan dalam acara tersebut.

Pertunjukan Kuntulan Ewon dibawakan oleh 1.060 pelajar dari tingkat SD hingga SMA se-Banyuwangi.

Jumlah tersebut terdiri dari 560 penabuh rebana dan 500 penari yang tampil secara kolosal di lapangan Taman Blambangan.

Para pelajar berkolaborasi bersama seniman dan budayawan Banyuwangi.

Mereka menampilkan perpaduan gerak tari, tabuhan rebana, dan lantunan shalawat bernuansa religi.

Kuntulan sendiri merupakan kesenian tradisional Banyuwangi yang berkembang dari seni hadrah sebagai media dakwah Islam.

Dalam perkembangannya, kesenian ini mengalami akulturasi dengan budaya lokal masyarakat Banyuwangi.

Penampilan para pelajar berlangsung kompak dengan gerakan dinamis dan formasi rapi yang memenuhi area pertunjukan.

Para penabuh rebana mengenakan busana adat Osing berwarna hitam dengan udeng dan aksen merah putih.

Sementara para penari tampil lincah mengikuti irama musik dan tabuhan rebana.

Pertunjukan tersebut menciptakan suasana meriah sekaligus khidmat di tengah peringatan Hardiknas.

Abdul Mu’ti menilai keterlibatan pelajar dalam seni budaya dapat membangun rasa percaya diri dan cinta tanah air.

Ia juga menekankan pentingnya generasi muda memiliki wawasan global tanpa meninggalkan budaya lokal.

Menurutnya, nilai budaya daerah harus tetap dijaga sebagai identitas bangsa Indonesia.

Di akhir acara, Abdul Mu’ti bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut menari bersama para pelajar.

Momen tersebut menambah semarak suasana dan mendapat sambutan meriah dari penonton yang hadir.

Salah satu peserta, Levita Oktaviani, siswi SMPN 2 Glagah, mengaku bangga bisa tampil dalam pertunjukan tersebut.

Ia menyebut pengalaman itu menjadi kesempatan mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Hardiknas tidak hanya menjadi refleksi pendidikan, tetapi juga penguatan budaya daerah.

Menurut Ipuk, Kuntulan Ewon menunjukkan pelajar Banyuwangi tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berakar pada nilai budaya dan spiritual. ***

Tag: