De Djawatan, Wisata Banyuwangi dengan Nuansa Magis ala Lord of the Rings
De Djawatan menjadi salah satu destinasi wisata Banyuwangi yang populer karena memiliki suasana unik dan berbeda dari tempat wisata lainnya. Hutan lindung yang berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi ini terkenal dengan deretan pohon trembesi raksasa yang menciptakan panorama bak negeri dongeng.
Banyak wisatawan menyebut De Djawatan sebagai lokasi dengan nuansa mirip film The Lord of the Rings. Pohon-pohon besar berusia ratusan tahun yang dipenuhi tanaman pakis membuat kawasan ini terlihat mistis, teduh, dan sangat fotogenik.
Keindahan alam De Djawatan menjadikannya salah satu ikon wisata Banyuwangi yang wajib dikunjungi saat liburan ke ujung timur Pulau Jawa. Area hutan yang hijau dan rindang menawarkan suasana tenang yang cocok untuk melepas penat dari kesibukan sehari-hari.
Daya tarik utama De Djawatan tentu berada pada pohon trembesi raksasa yang tumbuh memenuhi kawasan hutan. Cabang-cabang besar yang menjuntai dipadukan dengan akar dan lumut alami menciptakan suasana eksotis yang jarang ditemukan di tempat lain.
Tidak heran jika kawasan ini menjadi favorit wisatawan untuk berburu foto instagramable. Hampir setiap sudut De Djawatan menawarkan latar menarik untuk fotografi, baik foto pribadi, prewedding, hingga konten media sosial.
Selain menikmati pemandangan hutan, pengunjung juga dapat mencoba berbagai aktivitas wisata menarik. Salah satu yang paling populer adalah berkeliling area hutan menggunakan delman sambil menikmati udara segar dan suasana alami.
Bagi wisatawan yang ingin pengalaman lebih seru, tersedia pula wahana ATV untuk menjelajahi kawasan wisata. Aktivitas ini cukup diminati terutama oleh pengunjung keluarga dan anak muda.
Di beberapa titik, terdapat panggung rumah pohon yang menjadi spot favorit wisatawan untuk melihat panorama hutan dari sudut berbeda. Area ini sering digunakan pengunjung untuk bersantai sambil menikmati suasana sejuk khas hutan trembesi.
Sebelum dikenal sebagai tempat wisata Banyuwangi, De Djawatan merupakan Tempat Penimbunan Kayu atau TPK milik Perhutani. Kawasan ini dulunya digunakan sebagai lokasi pengelolaan kayu jati sebelum akhirnya dialihfungsikan menjadi destinasi wisata pada Juni 2018.
Sejak dibuka untuk umum, popularitas De Djawatan terus meningkat dan menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal maupun luar daerah. Banyak pengunjung datang karena penasaran dengan suasana hutan yang disebut mirip latar film fantasi.
Area wisata ini memiliki luas sekitar 9 hingga 15 hektar dengan penataan yang tetap mempertahankan kesan alami. Jalur pejalan kaki yang nyaman membuat wisatawan dapat menikmati keindahan hutan dengan santai.
Waktu terbaik untuk mengunjungi De Djawatan biasanya pada pagi atau sore hari saat cahaya matahari masuk di sela-sela pepohonan. Suasana tersebut menciptakan efek cahaya yang indah dan cocok untuk fotografi.
De Djawatan umumnya buka mulai pukul 07.00 atau 08.00 WIB hingga sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Harga tiket masuknya juga relatif terjangkau sehingga cocok untuk wisata keluarga maupun rombongan.
Lokasinya yang berada di Kecamatan Cluring membuat akses menuju De Djawatan cukup mudah dijangkau dari pusat Kota Banyuwangi. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi wisata lokal.
Sebagai salah satu wisata alam unggulan, De Djawatan menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati sisi lain wisata Banyuwangi.
Keindahan pohon trembesi raksasa, suasana hutan yang magis, dan udara sejuk menjadikan tempat ini selalu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap wisatawan. ***